jump to navigation

Drummer Berpendidikan VS Drummer Otodidak 29/06/2009

Posted by Rio Lukito in Important Things.
Tags: , , , , , ,
23 comments

Manakah lebih jago drummer berpendidikan (kursus atau sekolah music) atau drummer otodidak?

Mungkin anda sering membaca atau mendengar dari orang bahwa banyak drummer-drummer kawakan dalam maupun luar negeri adalah otodidak.

Otodidak bagi saya masih membingungkan, ada yang bilang otodidak adalah orang yang belajar sendiri dari buku atau video lesson. Tapi apa benar tidak ada yang mengajarinya? Lalu yang menulis buku siapa? Dan yang di dalam video siapa? Bukankah si penulis menulis agar orang belajar dan instruktur membuat video agar orang belajar juga? Secara tidak langsung guru mereka adalah si penulis dan instruktur yang ada dalam video, iya nggak? Saya kira ya. Jadi apakah orang seperti ini otodidak? Mungkin lebih tepat dikatakan semi otodidak.

Jadi otodidak menurut saya adalah orang yang melihat lalu mencoba-coba dan mencari-cari cara untuk bisa bermain drum tapi mereka tidak tahu cara yang benar. Begitulah saya dulu, kira 3 sampai 4 tahun pertama saya habiskan dengan mencoba-coba, mengira-ngira, latihan tanpa tahu teknik dan cara bermain drum yang benar. Saya pun tidak tahu yang namanya macam-macam rudiment seperti single stroke, double stroke, flam, single paradidle, single stroke four dan seterusnya, tidak tahu heel toe, tidak bisa baca not balok, cara memegang stick (grip) yang benar pun saya tidak tahu sehingga jari-jari dan telapak tangan sering melepuh. Bertahun-tahun saya habiskan dengan segala ketidak tahuan itu. Karena pada zaman saya mulai belajar, di kota saya Dumai tidak ada kursus drum, tidak ada internet dan mendapatkan pelajaran drum yang berbobot sangat sulit.

Mungkin sebagian drummer yang menyebut dirinya otodidak mirip kisahnya dengan saya. Tapi tentu saja mereka kemudian belajar untuk mengetahui segalanya yang sebenarnya.

Tentu saja anda sudah tahu jawaban pertanyaan di atas. Jika ada dua orang dengan semangat dan inteligensi yang tidak jauh berbeda, saya kira akan lebih baik drummer yang berpendidikan dari pada drummer otodidak.

Jadi anda mau jadi drummer berpendidikan atau otodidak?

Pendidkan tidak mesti formal di kursus atau di sekolah music anda bisa cari guru di daerah anda. Jika di daerah anda tidak ada yang bisa bermain drum atau yang bisa mengajari anda bermain drum, pergilah ke kota lain untuk belajar, dari buku, video atau langsung berguru.

Carilah pelajaran dan berlatihlah. Selain belajar dan latihan anda juga perlu tahu tentang filosofi-filosofi drummer yang jika sudah melekat pada diri anda bisa anda  tetapkan dalam semua bidang kehidupan.

Seperti hal lainnya anda harus punya impian dalam karir anda sebagai drummer. Anda ingin jari drummer seperti apa? Filosofi-filosofi akan sangat membantu anda, jika anda bosan, merasa buntu, merasa gagal, kehilangan percaya diri, merasa anda selalu di bawah orang lain.

Jadi kesimpulannya carilah pelajaran drum jika anda ingin belajar main drum, bukan belajar memasak. 🙂 Anda bisa dapatkan dari banyak sumber seperti buku, video , guru dan internet seperti yang sedang anda baca ini kan? 😛

Ok, friend.

I’m a drummer, you’re a drummer. We are same. We are friends.

Iklan

Mengapa Saya Gagal Menjadi “Drummer”? (Part II) 28/06/2009

Posted by Rio Lukito in Important Things.
Tags: , , , , , ,
add a comment

Di posting yang lalu kita telah membahas sedikit hal yang menyebabkan orang gagal menjadi “dummer”.

Hal lain yang bisa menyebabkan anda gagal adalah.

Terlalu banyak belajar. Kok bisa? Anda harus bisa membedakan belajar dan latihan. Terlalu banyak belajar tanpa latihan tidak akan membuat anda menjadi “Drummer”. Terlalu banyak belajar ini itu akan membuat anda bingung, tidak sempat latihan akhirnya menganggap semuanya sulit trus stress dan akhirnya berhenti.

Tidak percaya diri. Bagaimana mungkin anda bisa melakukan sesuatu sedangkan anda tidak percaya anda bisa. Tanpa percaya diri, jangankan latihan, mencoba saja mungkin anda gak mau. Bangunlah kepercayaan diri anda, jika orang lain bisa anda juga pasti bisa.

Malas. Haa.. yang ini emang agak susah ngobatinnya tapi saya punya cara untuk ini, biasa nya dengan menonton konser-konser atau video lesson atau solo-solo drum. Kita mulai semangat lagi, rasa malas pun hilang.

Malu bertanya. Jika seseorang akan memberitahukan kepada anda 10 tahun lagi, maka 10 tahun lagi baru anda akan tahu, jika anda bertanya mungkin dalam sekejap anda tahu jawabannya.

Selalu menganggap orang lain lebih hebat. Dengan banyak dalih anda mengatakan, o…dia kan punya drum aku gak punya. Ya iya lah…dia main drum sejak kecil. Ya iya lah…gurunya Virgil Donati. Ya..iya lah dia sekolah drum di luar negeri dan berbagai macam Ya iya lah… yang lain asal jangan Ya iya dwonk… 😛

Suka menunda-nunda. Nanti ah latihannya, bentar lagilah, nonton dululah, jalan dululah. Perlu anda ketahui 90% dari hal apapun yang anda tunda, akhirnya tidak pernah terjadi hari itu atau mungkin selamanya.

Teralu mudah menyerah. Wise word yang satu ini klasik tapi benar adanya,

“Kegagalan adalah sukses yang tertunda”

Thomas Alfa Edison melakukan kegagalan lebih dari 10.000 kali sebelum akhirnya menemukan lampu pijar dan penemuan lainnya (mohon koreksi kalo salah). Jika anda melakukan belajar sesuai metoda yang benar saya kira anda gak perlu gagal hingga 10.000 kali. Wise word satu lagi yang memotivasi saya

“Anda tidak hancur jika anda gagal, Anda hancur jika anda berhenti berusaha”

OK, My Bro I think that’s enough at the moment. “HAVE A NICE DRUMMING!”

Mengapa Saya Gagal Menjadi “Drummer”? (Part I) 27/06/2009

Posted by Rio Lukito in Important Things.
Tags: , , , , , ,
add a comment

Pertanyaan saya untuk anda “Apakah orang yang bisa bermain drum adalah seorang Drummer?”

Ok, saya mau cerita dikit tentang pengalaman pribadi saya. Dahulu kala saya sering ngumpul sama teman-teman yang cukup aneh-aneh tapi mereka menyenangkan. Seperti biasa anak muda ngumpul sering bermain gitar dan menyanyi. Karena rata-rata anak band maka permainan gitar mungkin sedikit berbeda dengan yang bukan anak band. Karena dikelilingi gitaris, sepertinya ilmunya nular dan akhirnya untuk mengisi waktu kosong pun saya sering bermain gitar. Hasilnya? Saya jadi gitaris gadungan, J.

Pada suatu waktu saya dikenalkan dengan seseorang yang ternyata juga gitaris dan saya akui ilmu gitarnya juga ok juga, walau agak sombong karena dia murid gitaris terkenal di Indonesia tapi anak nya juga asik di ajak ngumpul. Pada suatu waktu yang lain saya sedang iseng main gitar dengan memainkan sedikit lick-lick gitar dengan speed yang lumayan..ehem.. 😛 . Dia langsung bilang, “Yuk kita duel solo, yuk?”.  ?????????, kalo di ajak duel jelas kalah dunk karena saya bukan gitaris. Langsung aja saya bilang bahwa saya bukan gitaris, saya Drummer, dia kelihatan agak bingung mendengar jawaban saya.

Menurut anda apa yang ada di pikirannya? Pelajaran apa yang anda bisa ambil dari cerita di atas?

Ternyata selama ini dia mengira saya adalah gitaris, karena saya sering bermain gitar? Tapi apa mungkin seorang gitaris yang tergolong hebat ngajak duel seorang yang sekedar bisa bermain (gitar). Saya bisa tebak apa yang dalam pikirannya dia mau menunjukkan bahwa dia menguasai teknik yang jauh lebih hebat dari yang saya bisa karena dia mengira saya gitaris. Kok jadi cerita gitar terus???

Ok, jadi jawaban pertanyaan di awal tadi adalah, TIDAK! Banyak gitaris, vocalis, bassis, keybordis bisa bermain drum. Apakah anda mau menjadi drummer yang hanya bisa bermain drum? Atau anda ingin jadi drummer yang hebat bermain drum?

Sekarang pelajaran yang bisa anda ambil dari cerita di atas.

Bergabunglah di komunitas para drummer, belajar bersama, jauhkan persaingan ilmu mereka akan nular ke anda, jika mungkin carilah guru anda akan belajar lebih cepat.

Isilah waktu kosong anda dengan berlatih drum, memang memiliki drum akan mempercepat pembelajaran anda, tapi anda bisa guna pad jika tidak memiliki drum. Pelajari not balok, rudiments dan sebagainya.

Lakukanlah sticking sebagai kegiatan rutin anda, tidak perlu lama dan tidak perlu satu waktu.

Buatlah latihan anda menyenangkan, fokus pada materi tertentu barulah ke materi lainnya.

Trus kenapa judul tulisan ini  ‘Mengapa Saya Gagal Menjadi “Drummer”?’ apa hubungannya?

Jika tidak satupun hal di atas anda lakukan maka pasti anda akan gagal menjadi drummer.

Ok, friends. keep reading anda wait for the next part!

Single Paradidle 27/06/2009

Posted by Rio Lukito in Rudiment, Single Paradidle.
Tags: , , , ,
add a comment

Single Paradidle juga merupakan rudiment yang cukup penting jika anda ingin menjadi drummer profesional, saya kira tidak ada drummer profesional yang tidak tahu dengan single paradidle.

Single paradidle bisa dikombinasikan sedemikian rupa hingga menghasilkan ritme-ritme yang menarik. Tetapi sebelum anda mempelajari kombinasinya kuasai dulu bentuk standarnya. Jangan hanya sekedar bisa, tetapi benar-benar anda kuasai.

Single paradidle umumnya menggunakan accent (aksen), bagi yang belum tahu mengenai accent klik disini.

Bentuk single paradidle sebagai berikut :

Single Paradidle

Single Paradidle

Single Stroke Four 25/06/2009

Posted by Rio Lukito in Rudiment, Single Stroke Four.
Tags: , , , , ,
add a comment
Single stroke four termasuk rudiment yang cukup sering digunakan dalam fill atau solo. Dari namanya mungkin anda sudah bisa menebak-nebak bagaimana melakukan single stroke four.
Melakukan single stroke four sama dengan melakukan single stroke tetapi hanya 4 pukulan (stroke) saja.
Single stroke four biasanya diaplikasikan pada triplets (triol) tetapi juga bisa diaplikasikan pada not biasa atau duple interpretation. Sebelum mempelajari triplet duple interpretation, sebaiknya anda benar-benar menguasai, not balok dan cara menghitungnya.
Berikut adalah perhatikan not balok berikut, klik gambar untuk memperbesar:
Single Stroke Four
Single Stroke Four

 Latih single stroke four right lead (tangan kanan memimpin) dan left lead (tangan kiri memimpin). Ingat dari tempo yang lambat dan perlahan-lahan percepat. Have a nice drumming! 🙂

Triplets 25/06/2009

Posted by Rio Lukito in Reading.
Tags: , , ,
add a comment

Triplets dalam bahasa inggris atau triol dalam bahasa indonesia merupakan gabungan tiga buah not 1/8 dalam satu ketuk. Biasanya satu ketuk terdiri dari 2 buah not 1/8, tetapi pada triplets ada tiga buah not 1/8. Triplets ditandai dengan angka 3 di atasnya untuk triplet 1/8 dan ditandai angka 6 untuk triplet 1/16.

Perhatikan notasi triplet berikut.

triplets 01

Perbandingan not 1/4, 1/8 dan triplet 1/8

Berikut adalah latihan triplet beserta koordinasi nya semoga membantu.

Perlu diperhatikan dalam latihan triplet sebaiknya gunakan metronome untuk hasil terbaik.

triplets 02

triplets 03

triplets 04

triplets 09

triplets 10

Double Stroke Roll 25/06/2009

Posted by Rio Lukito in Double Stroke, Rudiment.
Tags: , , , , , , ,
2 comments

Double Stroke Roll. Dari namanya aja pasti anda sudah tahu kan? Ya, kalo single stroke roll setiap tangan melakukan satu pukulan (single stroke roll), kalo double stroke berarti setiap tangan melakukan dua pukulan (double stroke roll).

Sebagai contoh perhatikan ilustrasi berikut:

R R L L     atau    L L R R

Double stroke roll bisa kita mainkan pada not seperempat, seperdelapan seperenambelas dan seterusnya. Latihlah double stroke anda dari tempo yang sangat lambat dan perlahan-lahan percepat temponya. Gradasi percepatan tempo haruslah sehalus mungkin. Contoh dari tempo 70, 73, 76 80, 83, 86, 90.

Anda bisa buat metronome menggunakan software-software audio untuk percepatan otomatis. Untuk setiap tempo lakukan minimal 4 bar (birama). Lebih banyak lebih bagus.

Untuk latihan lain anda bisa melakukan double stroke di atas media yang tidak menghasilkan pantulan, misalnya bantal, dilanjutkan dengan latihan di atas media yang menghasilkan pantulan untuk adaptasi karena pada saat kita bermain drum yang sesungguhnya, head drum atau cymbal menghasilkan pantulan.

Jika anda fokus dan konsisten dengan latihan di atas anda akan takjub dengan hasil yang bisa anda dapat dalam hitungan minggu! SELALU GUNAKAN METRONOME! Untuk melihat cara latihan double stroke roll klik di sini.

Who Is That? 24/06/2009

Posted by Rio Lukito in video.
Tags: , , , , ,
add a comment

Who is that? I guess I’ve ever seen him. I mean the boy behind the man who was playing drums. In the fact, there was no one behind me while I was playing the drums.

Faisal Nice Drumming 24/06/2009

Posted by Rio Lukito in video.
Tags: , , , , ,
add a comment

Yang ini Faisal Yunan alias Pecal Unan (FS-nya) teman akrabnya Sugi. Nice Drumming, with a little more practice, understanding notation, he will be a very good drummer, soon. Come on Faisal! Just a little step!

How to count note 03/06/2009

Posted by Rio Lukito in Reading.
Tags: , , , , ,
16 comments

Dalam bermain drum dan alat musik lainnya,  menghitung not dapat memudahkan pemahaman ritme dan mempermudah proses latihan. Mulailah dari tempo yang lambat dan percepat tempo sedikit demi sedikit. Kita akan menghitung menggunakan bahasa inggris. Tapi yang pasti anda harus tahu dulu bagaimana membaca not balok.. ya.. nggak?.. Iyaaaaa…….

Untuk not 1/4 cara menghitungnya sebagai berikut. Anda bisa melakukan latihan ini dengan single stroke atau double stroke dan rudiments lainnya.

how to count note

Ya.. cukup sebut… One…. Two… Three… Four… pada setiap kita melakukan stroke. gampang khan????

Sedangkan not 1/8 cara menghitungnya sebagai berikut. Tanda “&” dibaca “and” dalam bahasa Inggris.

how to count eighth note

Berarti kita menyebut… One.. and…Two…and…Three…and…Four…and…

Gimana? Makin gampang….. Menurut anda ada yang salah dengan not di atas?.Iya… benar pada ketukan ke empat tidak ada tanda “&”. Tambahkan saja sendiri, itung itung latihan. Saya sengaja meninggalkannya ( padahal lupa…)

Ok Lanjut…

Dan pada not 1/16, “e” dibaca “i” dan “a” dibaca “e”.

how to count sixteenth note

Jadi not di atas kita ngitungnya…? iya pinter saya kira anda sudah paham mengenai cara-cara menghitung not.

Kebanyakan drummer, sangat tidak menyukai menghitung. Tapi percayalah dengan menghitung akan mempercepat pembelajaran anda. Mulailah dengan memperlancar penyebutan dulu, baru sambil bermain.

Ok untuk latihan saya adan bahan dikit…. mungkin bisa anda perbanyak sendiri….

how to count note exercise

Klik untuk memperbesar gambar